← Beranda

Manifesto Nahdliyyin

Kumpulan deklarasi suara warga Nahdliyyin — catatan kolektif harapan dan prinsip untuk arah masa depan Nahdlatul Ulama.

Merawat Akar, Menjamah Masa Depan

NU lahir dari pesantren dan rakyat. Masa depan NU harus tetap berdiri di atas dua kaki itu: tradisi keulamaan yang dalam dan keberpihakan pada yang lemah. Kami berharap pemimpin baru tidak hanya pandai berbicara di panggung, tetapi mau turun ke desa, mendengar suara kiai pengasuh dan jamaah basis. Digitalisasi penting, namun jangan sampai menjauhkan NU dari akarnya. Jagalah pesantren, kuatkan ekonomi santri, dan buatlah kebijakan yang lahir dari musyawarah, bukan dari ruang ber-AC.
Ahmad Sholeh
Guru Pesantren · Jawa Timur · 26 Agustus 2026

Kemandirian Ekonomi Umat

Selama NU masih bergantung pada sumbangan, suaranya akan selalu bisa dibeli. Kami mendesak pemimpin baru menjadikan kemandirian ekonomi sebagai prioritas utama: koperasi pesantren, BUMDes berbasis NU, dan pengelolaan wakaf yang transparan. Bangun sistem di mana kiai tidak perlu menunggu proyek untuk berkhidmah. Hanya dengan kemandirian, NU bisa bersuara tanpa takut.
Kiai Mukhtar
Pengasuh Pesantren · Jawa Tengah · 26 Agustus 2026

NU untuk yang Termarginal

Selama ini suara kami yang di pinggir — perempuan, petani, nelayan, santri miskin — jarang dihitung. Kami minta NU tidak hanya diukur dari Muktamar lima tahunan, tetapi dari berapa banyak hidup yang berubah. PBNU harus berani membela buruh, berani membela tanah warga dari perampasan, dan berarti berdiri di pihak kebenaran meski rugi. Itulah warisan Hadratussyekh yang harus dihidupkan kembali.
Fatimah Az-Zahra
Aktivis · DKI Jakarta · 26 Agustus 2026

3 manifesto terbit · Moderasi berlaku sebelum publikasi